Thursday, October 19, 2017

Peradaban Mesopotamia_Budaya Modern Sebelum Masehi

Mempelajari peradaban kuno di dunia, memang sangat menarik. Budaya yang dimunculkan sangat luar biasa dengan nilai peradaban yang sedemikian tinggi.

Mesopotamia berasal dari kata meso = tengah dan potamus = sungai. Dengan demikian memiliki arti daerah antara dua aliran sungai (Eufrat-Tigris) sehingga daerahnya sangat subur. Diantara kedua sungai terdapat daerah bulan sabit yang sangat makmur (the fertile crescent). Sedangkan di luar daerah itu merupakan tanah yang kurang subur, padang rumput dan padang pasir. Oleh karena itu mesopotamia sering menjadi daerah perebutan diantara bangsa-bangsa.


1. Bangsa Sumeria
Kerajaannya di muara sungai Eufrat dan beribukota Lagas atau Ur ( 3000 SM). Raja merupakan patesi (pendeta raja). Masyarakat Sumeria telah mengenal tulisan paku. Bidang pengetahuan berkembang maju ditandai: kalender Komariyah (354), Syamsiyah (360), membagi satu hari = 24 jam, 1 jam = 60 menit, 1 menit = 60 detik. Kepercayaan bersifat polytheisme dengan memuja alam (matahari, bintang, api, petir). Selain itu juga lingkaran memiliki perhitungan 360 °. Mereka juga mengembangkan tata ruang kota yang baik dan saluran irigasi yang teratur.

Kerajaan telah dikembangkan melalui organisasi birokrasi yang teratur. Perekonomian sudah maju yang dibuktikan dengan perdagangan yang maju dan luas dengan daerah di sekitarnya. Diantaranya dengan menjalin perdagangan dengan lembah sungai Indus yaitu budaya Mohenjo Daro – Harappa. 

Daerah Sumeria yang subur banyak menghasilkan gandum. Sumeria menjalin hubungan dagang dengan bangsa di sekitarnya, misal bangsa Akadia. Aksara telah dikembangkan yaitu huruf paku yang terdiri atas 350 tanda. Tulisan digoreskan pada lapisan tanah liat yang masih basah. Tulisan yang dibuat banyak berhubungan dengan kepercayaan. Peninggalan tulisan bangsa Sumeria berupa epos Gilgamesh.

Kepercayaan bangsa Sumeria bersifat polytheisme yaitu menyembah banyak dewa. Adapun dewa yang disembah adalah yang menguasai alam, misal Anu (dewa langit), Enlil (dewa bumi) dan Ea (dewa air). Selain itu juga menyembah dewa Sin (bulan), Samas (matahari) dan Istar (perang dan asmara). Untuk memajukan pertanian, bangsa Sumeria menyembah Tammuz (dewa tumbuhan). Dewa yang sangat ditakuti adalah dewa Ereskigal (dewa perempuan yang menguasai maut.

Bangunan Sumeria berupa rumah yang dibuat dari tanah liat yang dikeringkan. Kerajaan bangsa Sumeria berkembang pesat, namun pada tahun 2500 SM dapat dikalahkan oleh bangsa Akadia dibawah raja Sargon.

2. Bangsa Babylonia I
Kerajaan Babylonia lama beribukota Babylon. Kerajaan ini mewarisi budaya Sumeria. Raja terkenal Hammurabi yang menyusun UU tertulis pertama yaitu Codex Hammurabi (1750 SM) berisi hukum pidana, perdata, dagang, hak dan kewajiban rakyat. Kepercayaan bersifat polytheisme dengan dewa Marduk sebagai dewa tertinggi. Raja berkuasa mutlak yaitu penguasa kerajaan dan merangkap sebagai kepala agama. Semua urusan dan kepentingan rakyat diatur oleh kerajaan. 

Bangsa Babylonia telah mengenal astronomi dan beberapa jenis planet. Biologi telah dikenal dengan mempelajari dan mengklasifikasikan hewan dan tumbuhan. Dalam matematika penggunaan bilangan hingga angka 60. Satuan panjang, luas, isi dan berat telah ditetapkan secara baku.

Kerajaan Babylonia I runtuh sejak meninggalnya raja Hammurabi akibat serangan bangsa Hithit yang menyerbu dari arah barat (1900 SM). 

3. Bangsa Assyiria
Kerajaan beribukota di Niniveh, berpola kerajaan militer (750 SM) dengan senjata dari besi dan kendaraan perang kereta berkuda. Kehidupannya beternak dan peperangan. Peradaban Assyiria telah maju ditandai dengan didirikannya perpustakaan yang mengoleksi lebih dari 22.000 buku yang ditulis dalam lempengan tanah liat (tablet). Mereka menggunakan bahasa Semit. Selama kekuasaannya, mereka berperang dengan bangsa Hithit, Akkadia – Sumeria selama beberapa waktu. Peperangan yang cukup lama menjadikan bangsa Assyiria kuat dimana mereka menggunakan kereta perang yang ditarik kuda.

Assyiria terkenal sebagai bangsa yang ingin memperluas wilayah kekuasaannya. Hal ini dibuktikan dengan penyerangan ke daerah Syiria, Samaria, daerah pantai barat Asia Kecil (gugusan pulau di Laut Tengah). Secara bergantian usaha raja Sargon diteruskan raja Sargon II, Sennachereb dan Assurbanipal yang mampu menguasai Mesir. 

Assyiria merupakan daerah pertanian yang banyak menghasilkan gandum, anggur, zaitun dan sayur. Raja berkuasa mutlak. Bangsa Assyiria percaya kepada dewa matahari yang dilambangkan dengan gambar roda. Dewa matahari (Asuur) mengepalai semua dewa dan menjadi pelindung para raja. Peradaban bangsa Assyiria banyak meniru peradaban bangsa Babylonia. Pada tahun 612 SM, dapat dikalahkan bangsa Khaldea, Semit, Media dan Persia.

4. Bangsa Chaldea/ Babylonia Baru/ II
Babylonia II didirikan oleh Nabopalazar dengan ibukota Babylon setelah mampu menaklukkan bangsa Assyiria. Raja terkenal adalah Nebukadnezar dengan bukti: dapat menaklukkan bangsa Yahudi dan sekitarnya; membuat jalan dan jembatan untuk memperlancar lalu lintas; membangun menara Babil untuk keindahan kota dan mercu suar; membuat taman bergantung; membagi lingkaran menjadi 360 derajat dan gerhana bulan dan matahari. 

Bangsa Babylonia II banyak mewarisi peradaban Babylonia Lama. Mereka mengembangkan budaya yang telah ada dalam waktu cepat. Mereka membagi lingkaran menjadi 360 °. Setiap derajat dibagi atas 60 menit dan tiap menit dibagi menjadi 60 detik. Dalam menghitung waktu telah dikenal perhitungan minggu menjadi 7 hari. Dalam ilmu pengetahuan, telah dikenal rasi bintang dan 5 buah planet. Dalam matematika telah dapat menghitung luas lingkaran dan panjang keliling lingkaran. 

Setelah Nebukadnezar meninggal, maka digantikan beberapa penguasa, diantaranya yang terkenal adalah Nabonidus yang mendirikan bangunan di kota Babylon. Raja Belsarussur adalah raja terakhir yang pada masa pemerintahannya timbul kekuasaan bangsa Meida dan Persia.

5. Bangsa Persia
Pendiri kerajaan Persia yaitu Cyrus (550 SM) beribukota Persepolis. Raja terbesar Darius Agung (512-485 SM) dengan hasil budaya: membuat jalan raya yang menghubungkan ibukota dengan daerah dan membangun pos-pos; wilayah kerajaan dibagi atas 20 ksatrapi dan dipimpin ksatrap/ wali negara; sistem pemerintahan desentralisasi. Kepercayaan bersifat polytheisme berdasarkan kitab suci Avesta (pengetahuan), dengan dewa tertinggi Ahura Mazda (dewa langit). Ahura Mazda selalu bermusuhan dengan dewa Angro Manyu (dewa kejahatan). 

Kehidupan kerajaan Persia ditopang adanya pajak yang diatur dengan baik. Penguasa daerah atau ksatrapi menjadi wali negara, pengawas keuangan, hakim dan panglima perang. Kekuasaan ksatrap ini diawasi langsung oleh raja melalui kurir khusus. Untuk memudahkan lalu lintas baik militer maupun perdagangan, maka dibuat jalan raya yang dimulai dari Susa – Sardes. Jalan raya tersebut dapat ditempuh dalam waktu 5 – 6 hari (naik kuda) atau 450 jam jika berjalan.

Kepercayaan bersifat polytheisme dengan kitab suci Avesta atau Zend Avesta ( sama dengan Wed = pengetahuan). Buku Avesta dibagi atas beberapa bagian :

Yasna
Yasna merupakan bagian Avesta yang berisi gatha (nyanyian) yang menyebut dewa; dinyanyikan pada waktu upacara keselamatan.

Yash
Yash adalah bagian yang memuat nyanyian yang digunakan untuk selamatan.

Wendidad
Wendidad merupakan buku yang memuat ajaran tentang mensucikan tubuh manusia dan untuk menolak mara bahaya.

6. Bangsa Macedonia
Iskandar Agung/ Alexander Agung dapat menaklukkan Persia dan berupaya memadukan budaya Yunani dengan budaya setempat, dengan cara: membangun ibukota di Babylonia; mengadakan perkawinan campuran dan mengembangkan Hellenisme (perpaduan budaya Mesir, Mesopotamia dan Persia).

Disarikan dari berbagai sumber pustaka.

Demikian, semoga bermanfaat bagi anda.

No comments:

Post a Comment