Pada masa paleolithikum atau jaman batu tua berlangsung cukup lama. Jaman batu tua bercirikan kehidupan berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering). Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia hidup mengembara. Pengalaman yang diperoleh mendorong berkembangnya cara berpikir meskipun sangat lambat. Manusia mulai menggunakan alat sederhana untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kemampuan manusia yang masih terbatas nampak dalam pemanfaatan bahan yang disediakan oleh alam yaitu batu, kayu dan tulang. Tujuan utama pembuatan alat sekedar untuk mempermudah upaya memperoleh bahan makanan.
Tradisi peralatan hidup pada jaman ini dikenal perkakas batu dengan tradisi kapak perimbas dan tradisi serpih. Adapun teknologi pembuatannya, berupa tradisi batu inti dan tradisi alat serpih. Tradisi batu inti dilakukan dengan cara pemangkasan pada segumpal batu atau kerakal untuk memperoleh asatu bentuk alat, misal kapak perimbas, kapak genggam. Sedangkan tradisi alat serpih berupa alat batu yang dibuat dari serpihan atau pecahan batu. Teknologi ini berkembang sejak pleistosen tengah. Sedangkan pada pleistosen akhir diketahui pembuatan alat dari tulang dan tanduk. Peralatan hidup yang dihasilkan dapat dibedakan atas :
