Sunday, October 22, 2017

Kerajaan Singhasari


Mundurnya kerajaan Kediri membawa akibat Singasari dapat berkembang, bahkan selanjutnya Kediri dapat dikuasai Ken Arok. Tokoh Ken Arok dapat diketahui dari buku Pararaton dan Negarakrtagama. Ken Arok menjadi raja dan mendirikan dinasti baru yaitu Rajasa (Girindrawangsa) dengan kerajaan Singasari.

Awal dan perkembangan kerajaan Singasari diwarnai dengan pembunuhan. Hal ini dapat dilihat dari raja yang memerintah:

a. Ken Arok (1222-1227)
Ken Arok menjadi raja dengan gelar Sri Rangga Rajasa Sang Amurwabhumi. Ia berkuasa tidak lama, karena dibunuh seorang pengalasan atas perintah Anusapati, putra Ken Dedes dengan Tunggul Ametung. Ia didharmakan/ dimakamkan di Kagenengan (antara candi Singasari dengan candi Kidal).


b. Anusapati (1227-1248)
Anusapati berkuasa agak lama.  Meskipun demikian ia tidak melakukan pembaharuan, karena larut dalam kebiasaan buruknya. Setelah mengetahui Ken Arok dibunuh Anusapati, maka Tohjaya (anak Ken Arok dengan Ken Umang) membalas dengan membunuh Anusapati tahun 1248. Ia didharmakan di candi Kidal.

c. Tohjaya (1248)
Tohjaya memerintah sangat singkat, karena dikalahkan Ranggawuni dan Mahisa Cempaka. Tohjaya dimakamkan di Katang Lumbang.

d. Ranggawuni (1248-1268)
Ranggawuni menjadi raja dengan gelar Wisnuwardhana dan didampingi Mahesa Cempaka dengan gelar Narasinghamurti. Selama masa pemerintahannya kerajaan dalam keadaan aman dan tenteram. Ranggawuni meninggal dan dimakamkan di Waleri (Blitar) sebagai Syiwa dan candi Jago (Malang) sebagai Budha Amoghapasa. Disusul Mahesa Cempaka meninggal dan dimakamkan di candi Kumeper dan di Wudikuncir.

e. Kertanegara (1270-1292)
Kertanegara adalah raja terbesar dan terakhir dari Singasari. Sebelum naik tahta, ia dinobatkan sebagai raja muda (yuwaraja) di Daha tahun 1254. Kertanegara memiliki cita-cita mempersatukan nusantara. Untuk mencapai cita-cita, maka dilakukan:
   1) Perubahan ke dalam dengan menggantikan/ mutasi pejabat
   2) Menjalin hubungan persahabatan dengan pengiriman ekspedisi Pamalayu (1275) dengan maksud untuk memperkuat Melayu menghadapi bahaya ekspansi Kublai Khan.
   3) Menjalin persahabatan dengan Campa.
   4) R. Wijaya, anak Mahesa Cempaka dijadikan menantu
   5) Memperkuat armada perang kerajaan Singasari
   6) Lawan politik di sekitarnya dijalin kerjasama
   7) Melakukan ekspedisi ke Bali (1284)
   8) Melakukan perkawinan politik, putri Kertanegara dengan raja Campa

Dalam perkembangan berikutnya, wilayah kerajaan Singasari meliputi hampir seluruh nusantara. Dengan wilayah yang luas, maka disusun struktur pemerintahan Singasari yaitu:
1) Raja
2) Dewan Penasehat yaitu Rakryan Katrini (Hino, Halu dan Sirikan).
3) Dewan pelaksana keputusan raja yaitu demung, mahapatih dan Kanuruhan.
4) Dewan pratanda (patih, demung, kanuruhan dan Ramapati) dimana tugasnya tidak jelas.
5) Darmadhyaksa yaitu badan yang mengurusi agama.
6) Adhyaksa yaitu badan peradilan.

Agama yang berkembang di Singasari adalah Hindu aliran Syiwa dan Budha yang selanjutnya berkembang bentuk sinkretismenya yaitu aliran tantrayana. Hal ini tampak dari tulisan pada lapik patung Joko Dolok yang memuat Kertanegara telah menjadi Jiwa/ Dhyani Budha. Karya sastra tidak berkembang pesat. 

Hubungan dengan negara lain dilakukan Singasari dengan dasar saling menghormati. Singasari mengadakan persekutuan dengan Campa melalui pernikahan adik raja, Tapasi, dengan raja Campa. Hubungan dengan luar negeri dipererat dalam rangka membendung perluasan pengaruh Cina.

Untuk mempersatukan nusantara dilakukan ekspedisi Pamalayu (1275 dan 1286), Bali (1284), Jawa Barat (1289), Pahang dan Tanjungpura. Penguasaan atas daerah Pahang dan Tanjungpura membawa arti penting yaitu menguasai jalur pelayaran perdagangan di laut Cina Selatan. Disamping itu juga untuk pertahanan terdepan dalam menghadapi serangan Cina dan untuk mengepung wilayah kekuasaan Sriwijaya.

Perekonomian Singasari lebih dominan bertumpu pada pelayaran perdagangan dengan hasil bumi sebagai komoditas utama. Masyarakatnya telah hidup teratur. Bidang kebudayaan banyak dikembangkan dalam bentuk bangunan candi dengan langgam Jawa Timur.

Kublai Khan sebagai raja besar Cina mengirim utusan ke Jawa (Singasari) agar mengakui kekuasaannya (1280, 1281 dan 1289). Permintaan ditolak, bahkan utusan terakhir ( Meng Ki) dilukai oleh Kertanegara. Kublai Khan marah dan akan  menghukum raja Singasari. Tahun 1292, Cina mengirim tentara ke Jawa, namun apa yang dijumpai sungguh berbeda. Sebab Kertanegara telah meninggal akibat serangan Jayakatwang dari Kediri.

Pada tahun 1292 kondisi Singasari sangat lemah karena sebagian besar kekuatan ada di Melayu. Keadaan ini dimanfaatkan Kediri untuk menyerang Singasari. Dengan mudah Singasari dapat dikalahkan, bahkan Kertanegara dan pembesar kerajaan gugur saat mengadakan upacara keagamaan (1292). Kalangan istana yang lolos adalah R. Wijaya diikuti Narottama yang berhasil menyeberang ke Madura dan berlindung pada Wiraraja. R. Wijaya mengabdi pada Jayakatwang dan diberi daerah hutan Tarik yang nantinya diubah menjadi pemukiman Majapahit.

Pada tahun 1293 tentara Cina mendarat di Tuban dan Sidayu yang dipimpin Shih Pi, Kao Hsing dan Ike Mi Shih untuk menghukum raja Jawa. Kondisi politik di Jawa sudah berubah, Singasari sudah runtuh dan penggantinya adalah Kediri. R. Wijaya mengajak Cina untuk menyerang Kediri. Hal ini disetujui dan gabungan keduanya berhasil mengalahkan Kediri. Setelah berhasil meruntuhkan Kediri, R. Wijaya menjalankan rencana khusus. Pada saat tentara Cina akan kembali, tiba-tiba diserang tentara R. Wijaya. Tentara Cina mundur ke pelabuhan dan kembali pulang ke negaranya. Hal ini dilakukan tentara Cina karena menganggap tugasnya di Jawa sudah selesai.

No comments:

Post a Comment