Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan atau interaksi manusia dalam masyarakat. Dengan kata lain sosiologi merupakan ilmu yang mengkaji interaksi manusia dengna manusia lain dalam kelompok dan produk yang timbul dari interaksi tersebut, seperti nilai, norma, dan kebiasaan yang dianut oleh kelompok atau masyarakat.
2. Sifat dan Hakekat Sosiologi
a. Sosiologi termasuk rumpun ilmu-ilmu sosial yang bersangkut paut dengan gejala-gejala kemasyarakatan.
b. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang kategoris, artinya membatasi diri dengan apa yang terjadi dan bukan pada apa yang seharusnya terjadi.
c. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni, karena bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak, bukan ilmu pengetahuan terapan atau terpakai.
d. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan secara abstrak, artinya yang diperhatikan adalah pola dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
e. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum.Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip atau hukum umum dari interaksi antar manusia dan perihal sifat, hakekat, isi dan struktur masyarakat manusia.
f. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang rasional, terkait dengan metode yang dipergunakannya.
g. Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan yang umum dan bukan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya sosiologi mengamati dan mempelajari gejala-gejala umum yang ada pada setiap interaksi dalam masyarakat secara empiris.
3. Ciri-ciri Sosiologi
Menurut Harry M. Johnson, seperti dikutip Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu memiliki ciri-ciri berikut:
a. Bersifat empiris yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulatif.
b. Bersifat teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkrit di lapangan dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur yang tersusun sencara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat.
c. Bersifat kumulatif, yaitu teori-teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas dan diperhalus.
d. Bersifat non etis, dalam arti yang dipersoalkan dalam sosiologi bukanlah baik buruknya fakta tertentu, tetapi menjelaskan fakta tersebut secara analitis.
4. Obyek Studi Sosiologi
Obyek studi sosiologi adalah masyarakat dengan menyoroti hubungan antar manusia dan proses sebab akibat yang timbul dari hubungan antar manusia itu yang selalu berubah. Sehingga obyek yang dipelajari sosiologi adalah:
a. Hubungan timbal balik antara manusia satu dengan manusia lain.
b. Hubungan antara individu dengan kelompok.
c. Hubungan antara kelompok satu dengan kelompok yang lain.
d. Sifat-sifat dari kelompok sosial yang beraneka macam coraknya.
Dalam mempelajari obyek studinya, sosiologi tidak dapat hanya berdiri sendiri tanpa bantuan ilmu sosial lainnya (bersifat interdisipliner). Sehingga seseorang yang mempelajari sosiologi dituntut harus banyak membaca buku dan tulisan yang berkaitan dengan pokok bahasan dalam sosiologi itu sendiri.
5. Fungsi dan Manfaat Sosiologi
a. Dalam bidang perencanaan sosial
1) Sosiologi memahami perkembangan kebudayaan masyarakat.
2) Sosiologi memiliki disiplin ilmiah yang didasarkan atas obyektifitas
3) Dapat digunakan untuk mengetahui tingkat ketertinggalan dan tingkat kemajuan masyarakat ditinjau dari sudut kebudayaan.
4) Sosiologi memahami hubungan manusia dengan alam, hubungan antar golongan, proses perubahan dan pengaruh penemuan baru terhadap masyarakat.
b. Dalam bidang penelitian sosial
Secara umum, sosiologi memiliki beberapa kegunaan dalam perencanaan sosial yaitu :
1) Sosiologi memahami perkembangan kebudayaan masyarakat dari taraf tradisional sampai taraf modern sehingga menyusun dan memasyarakatkan perencanaan sosial relatif mudah digunakan.
2) Sosiologi memahami hubungan manusia dengan lingkungan alam, hubungan antar golongan, proses perubahan dan pengaruh menemuan baru. Hal ini berarti perencanaan ke depan yang disusun atas dasar kenyataan faktual dalam masyarakat oleh sosiologi relatif bisa dipercaya.
3) Sosiologi memiliki disiplin ilmiah yang didasarkan atas obyektivitas.
4) Dengan berpikir secara sosiologis, maka suatu perencanaan sosial dapat dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat ketertinggalan dan kemajuan masyarakat dilihat dari sudut kebudayaan.
c. Kegunaan sosiologi secara umum
1) Sebagai saran dan alat untuk memahami masyarakat secara khusus
2) Sebagai alat untuk memahami struktur masyarakat, pola interaksi dan stratifikasi sosial.
3) Hasil studinya dapat digunakan untuk menetapkan suatu kebijakan oleh instansi terkait.
4) Hasil studinya dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk memecahkan masalah
5) Fakta, data pada masyarakat bisa membantu kegiatan pembangunan (perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hasil).
d. Dalam pembangunan
Sumbangan sosiologi sangat besar dalam proses pembangunan. Dalam peran di bidang pembangunan, maka dapat dibedakan atas beberapa tahap yaitu :
1) perencanaan
Tahap perencanaan perlu diadakan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, misal lapisan sosial, saluran komunikasi, kekuasaan dan sebagainya.
2) pelaksanaan
Dalam tahap pelaksanaan perlu dilakukan penyorotan terhadap kekuatan dalam masyarakat dan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi. Adapun dalam tahap evaluasi diadakan analisis terhadap efek pembangunan.
3) evaluasi
Tahap evaluasi dilakukan dengan menganalisis terhadap dampak pembangunan. Evaluasi dapat digunakan untuk menilai keberhasilan pembangunan, dan didentifikasi kekurangan, kemunduran, atau kemerosotan. Sehingga dapat dilakukan pengadaan, penambahan, dan peningkatan secara seimbang.
Showing posts with label Sosiologi. Show all posts
Showing posts with label Sosiologi. Show all posts
Tuesday, January 3, 2017
Wednesday, January 7, 2015
Perangkat Mengajar_Sosiologi_Peminatan_Semester Genap
Melanjutkan posting sebelumnya tentang perangkat mengajar, maka dalam kesempatan ini, saya mencoba menshare perangkat mengajar untuk mata pelajaran Sosiologi Peminatan_semester genap.
Kelas X_IIS
RPP semester gasal_X
RPP semester genap_X
Kelas XI_IIS
RPP semester gasal_XI
RPP semester genap_XI
Demikian, semoga bermanfaat bagi anda.
Monday, October 20, 2014
Peran Lembaga Keluarga Dalam Masyarakat
Keluarga adalah kelompok sosial terkecil yang mempunyai hubungan darah atau hubungan perkawinan, terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Keluarga tersebut sering dinamakan keluarga inti/ keluarga batih (nuclear family). Dalam masyarakat dikenal keluarga dalam arti lebih luas yaitu keluarga kerabat sedarah (consanguine family) dan keluarga luas (extended family).
Tuesday, September 30, 2014
RPP Sosiologi Peminatan IIS/ IPS_Kurikulum 2013
Sejalan dengan adanya pelatihan implementasi kurikulum 2013 untuk mata pelajaran peminatan, maka segenap guru sasaran sudah semestinya memiliki perangkat mengajar (baca RPP) untuk mata pelajaran yang diampu.
Dalam kesempatan ini, saya mencoba menshare hasil pelatihan untuk mata pelajaran Sosiologi
Sunday, September 21, 2014
Fungsi Lembaga Pendidikan
Semula pendidikan dapat dilakukan oleh keluarga dengan memberikan pengetahuan. Sejalan dengan perkembangan masyarakat, maka keluarga tidak mampu memberikan pengetahuan dan ketrampilan sendiri. Keluarga mulai menyerahkan ke pihak yang berkompeten di bidang tersebut yaitu lembaga pendidikan.
Pranata pendidikan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mewariskan dan mengembangkan seluruh kebudayaan masyarakat kepada generasi berikutnya. Adapun pranata pendidikan memiliki fungsi dan peran penting.
Saturday, September 20, 2014
Proses Pembentukan Lembaga Sosial
Tersusunnya lembaga sosial diawali dari tumbuhnya kekuatan ikatan hubungan antarmanusia dalam suatu masyarakat. Ikatan tersebut erat kaitannya dengan keberadaan nilai dan norma dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia menciptakan berbagai lembaga sosial sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Dalam perkembangan masyarakat akan terjadi perbedaan mengenai corak lembaga sosial yang dihasilkan.
Sosiolog, Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa tumbuhnya lembaga sosial disebabkan manusia dalam hidupnya memerlukan keteraturan, maka dirumuskan norma dalam masyarakat. Semula norma terbentuk secara tidak sengaja, namun demikian lama kelamaan norma tersebut disadari kehadirannya. Dengan demikian lembaga sosial terbentuk melalui dua cara, yaitu secara terencana dan tidak terencana. Norma sosial sebagai dasar dibentuknya lembaga sosial dibedakan atas empat bagian, yaitu :
Tantangan Globalisasi terhadap Eksistensi Jati Diri Bangsa
Globalisasi berasal dari kata globe (bola dunia). Dengan demikian dapat diartikan sebagai suatu gejala terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi yang mengikuti sistem nilai dan kaidah yang sama antara masyarakat di seluruh dunia karena adanya kemajuan transportasi dan komunikasi yang dapat memperlancar interaksi antar warga dunia. Oleh karena itu dalam era globalisasi, peristiwa yang terjadi di suatu negara dapat diketahui dengan cepat oleh bangsa atau negara lain.
Tuesday, August 19, 2014
Pengaruh Diferensiasi Sosial dan Stratifikasi Sosial
Dalam masyarakat yang makin kompleks dewasa ini, ditandai dengan keanekaragaman dalam berbagai aspek. Diferensiasi dan stratifikasi sosial yang terbentuk akan membawa pengaruh yang sangat besar.
1. Pengaruh diferensiasi sosial
Masyarakat Indonesia yang beraneka ragam, perlu diberikan penanganan yang seimbang dan selaras. Hal ini perlu untuk menyatukan diri agar tujuan berbangsa dan bernegara segera tercapai. Dalam hal ini, perlu diketahui beberapa fakta dalam masyarakat Indonesia .
a. Kenisbian budaya
Kenisbian budaya atau relativisme budaya mengakui bahwa budaya memiliki perbedaan satu dengan yang lain. Perbedaan budaya tidak terletak pada baik buruk, benar salah, tinggi rendah. Pandangan ini menuntut agar semua perilaku dan adat istiadat suatu suku bangsa hendaknya dipandang dari sudut masyarakat itu sendiri, bukan dari budaya orang lain yang dianggap sempurna atau dianggap menunjukkan banyak kekurangan. Misal melihat kebudayaan Batak juga dari sudut pandang masyarakat Batak. Melihat kebudayaan Dayak dari sudut pandang masyarakat Dayak.
b. Masalah hubungan dengan warga masyarakat
Kontak dan komunikasi di antara warga masyarakat mutlak diperlukan. Dalam hubungan antara suku bangsa, agama, ras, dan antar golongan sering menimbulkan masalah yang pada tahap berikutnya dapat menimbulkan konflik sosial. Konflik sosial merupakan salah satu bentuk perjuangan sosial antara individu atau kelompok yang mengandung kekerasan baik jasmani maupun rohani.
c. Etnosentrisme
Etnosentrisme adalah sikap untuk menilai unsur budaya masyarakat lain dengan menggunakan unsur budaya sendiri. Hal ini didasari bahwa cara hidup golongan atau masyarakatnya dianggap yang paling baik. Etnosentrisme memiliki fungsi sosial menghubungkan seseorang dengan golongan/ kelompoknya sehingga tercipta solidaritas kelompok yang kuat. Dalam kondisi demikian, setiap individu akan bersedia memberikan pengorbanan yang maksimal pada kelompoknya. Setiap anggota kelompok akan menganggap bahwa kebudayaannya yang lebih baik atau lebih tinggi dibanding yang lain.
Keuntungan etnosentrisme :
1) menjaga keuntuhan dan kestabilan kebudayaan.
2) mempertinggi semangat patriotisme
3) meningkatkan kesetiaan pada bangsa dan cinta tanah air.
Kerugian etnosentrisme :
1) mengurangi keobyektifan ilmu pengetahuan
2) menghambat hubungan antra kebudayaan
3) menghambat proses asimilasi antara kelompok yang berbeda untuk menjadi suatu bangsa yang besar.
d. Diskriminasi
Diskriminasi adalah perbedaan yang sengaja diadakan, terutama dalam bidang politik. Hal ini akan nampak jelas dari adanya undang-undang yang memperlakukan golongan dalam masyarakat secara tidak sama. Misal orang Negro di Amerika Serikat, orang kulit hitam di Afrika selatan (semasa politk apartheid).
e. Kesetiaan primordial
Kesetiaan primordial adalah sikap masyarakat yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada sesuatu yang dibawa sejak lahir oleh seseorang dalam kelompoknya dan berkembang luas ke tingkat yang lebih tinggi. Kesetiaan ini akan melahirkan etnosentrisme.
Aspek kesetiaan ini merupakan faktor penting dalam mempertahankan kelompok, terutama bila ada ancaman atau gangguan dari luar. Dalam kelompok tersebut akan berkembang rasa permusuhan, prasangka, melebihkan keadaan dan usaha yang dicapainya. Tingginya rasa kesetiaan primordial suatu masyarakat, akan menjadikan pandangan masyarakat kabur dan menghambat kemajuan. Sikap demikian akan menghambat jalannya proses perubahan dan pembaharuan. Timbul penolakan terhadap penemuan baru, gagasan baru, dan sebagainya.
2. Pengaruh stratifikasi sosial
Stratifikasi sosial membawa pengaruh dan konskuensi dalam masyarakat. Orang yang menduduki lapisan atas akan memiliki pola hidup yang berbeda dengan individu pada lapisan bawah. Orang lapisan atas memiliki privilage dan hak istimewa dalam berbagai segi, yaitu bidang ekonomi, sosial dan budaya. Pola hidup lapisan atas diantaranya :
a. Cara berpakaian
Cara berpakaian berkaitan erat dengan privilage dalam bidang budaya. Masyarakat lapisan atas wajar jika menggunakan busana dari luar negeri atau perancang terkenal. Sebaliknya orang lapisan bawah akan memilih pakaian yang biasa saja.
b. Tempat tinggal
Orang dari kelas sosial atas, biasanya akan memilih rumah besar, mewah, bergaya arsitektur tinggi dan berada di kawasan elit. Sedangkan lapisan bawah akan memilih tempat tinggal yang biasa, sederhana dan tidak terlalu mewah.
c. Cara berbicara
Orang yang termasuk kelas sosial atas memiliki gaya bicara sopan, tertata rapi, dan tidak asal dalam memilih topik pembicaraan. Sebaliknya orang lapisan sosial bawah tidak terlalu memperhatikan faktor tersebut.
d. Pendidikan
Pendidikan di kalangan kelas sosial atas akan dipertimbangkan beberapa faktor, misal, sekolah yang terbaik, unggulan, mahal, bertaraf internasional atau sekolah ke luar negeri. Sedangkan masyarakat kelas bawah tidak terlalu memikirkan faktor tersebut, yang penting anak bisa sekolah sudah cukup.
e. Kegemaran dan rekreasi
Kegemaran bagi masyarakat kelas atas berbeda, dimana mereka memilih olahraga eksklusif misal golf, balap mobil, bowling, jetski, dan sebagainya. Mereka juga gemar mengoleksi lukisan, perhiasan, atau bentuk koleksi yang lain yang berbeda dengan kelas sosial di bawahnya.
1. Pengaruh diferensiasi sosial
Masyarakat Indonesia yang beraneka ragam, perlu diberikan penanganan yang seimbang dan selaras. Hal ini perlu untuk menyatukan diri agar tujuan berbangsa dan bernegara segera tercapai. Dalam hal ini, perlu diketahui beberapa fakta dalam masyarakat Indonesia .
a. Kenisbian budaya
Kenisbian budaya atau relativisme budaya mengakui bahwa budaya memiliki perbedaan satu dengan yang lain. Perbedaan budaya tidak terletak pada baik buruk, benar salah, tinggi rendah. Pandangan ini menuntut agar semua perilaku dan adat istiadat suatu suku bangsa hendaknya dipandang dari sudut masyarakat itu sendiri, bukan dari budaya orang lain yang dianggap sempurna atau dianggap menunjukkan banyak kekurangan. Misal melihat kebudayaan Batak juga dari sudut pandang masyarakat Batak. Melihat kebudayaan Dayak dari sudut pandang masyarakat Dayak.
b. Masalah hubungan dengan warga masyarakat
Kontak dan komunikasi di antara warga masyarakat mutlak diperlukan. Dalam hubungan antara suku bangsa, agama, ras, dan antar golongan sering menimbulkan masalah yang pada tahap berikutnya dapat menimbulkan konflik sosial. Konflik sosial merupakan salah satu bentuk perjuangan sosial antara individu atau kelompok yang mengandung kekerasan baik jasmani maupun rohani.
c. Etnosentrisme
Etnosentrisme adalah sikap untuk menilai unsur budaya masyarakat lain dengan menggunakan unsur budaya sendiri. Hal ini didasari bahwa cara hidup golongan atau masyarakatnya dianggap yang paling baik. Etnosentrisme memiliki fungsi sosial menghubungkan seseorang dengan golongan/ kelompoknya sehingga tercipta solidaritas kelompok yang kuat. Dalam kondisi demikian, setiap individu akan bersedia memberikan pengorbanan yang maksimal pada kelompoknya. Setiap anggota kelompok akan menganggap bahwa kebudayaannya yang lebih baik atau lebih tinggi dibanding yang lain.
Keuntungan etnosentrisme :
1) menjaga keuntuhan dan kestabilan kebudayaan.
2) mempertinggi semangat patriotisme
3) meningkatkan kesetiaan pada bangsa dan cinta tanah air.
Kerugian etnosentrisme :
1) mengurangi keobyektifan ilmu pengetahuan
2) menghambat hubungan antra kebudayaan
3) menghambat proses asimilasi antara kelompok yang berbeda untuk menjadi suatu bangsa yang besar.
d. Diskriminasi
Diskriminasi adalah perbedaan yang sengaja diadakan, terutama dalam bidang politik. Hal ini akan nampak jelas dari adanya undang-undang yang memperlakukan golongan dalam masyarakat secara tidak sama. Misal orang Negro di Amerika Serikat, orang kulit hitam di Afrika selatan (semasa politk apartheid).
e. Kesetiaan primordial
Kesetiaan primordial adalah sikap masyarakat yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada sesuatu yang dibawa sejak lahir oleh seseorang dalam kelompoknya dan berkembang luas ke tingkat yang lebih tinggi. Kesetiaan ini akan melahirkan etnosentrisme.
Aspek kesetiaan ini merupakan faktor penting dalam mempertahankan kelompok, terutama bila ada ancaman atau gangguan dari luar. Dalam kelompok tersebut akan berkembang rasa permusuhan, prasangka, melebihkan keadaan dan usaha yang dicapainya. Tingginya rasa kesetiaan primordial suatu masyarakat, akan menjadikan pandangan masyarakat kabur dan menghambat kemajuan. Sikap demikian akan menghambat jalannya proses perubahan dan pembaharuan. Timbul penolakan terhadap penemuan baru, gagasan baru, dan sebagainya.
2. Pengaruh stratifikasi sosial
Stratifikasi sosial membawa pengaruh dan konskuensi dalam masyarakat. Orang yang menduduki lapisan atas akan memiliki pola hidup yang berbeda dengan individu pada lapisan bawah. Orang lapisan atas memiliki privilage dan hak istimewa dalam berbagai segi, yaitu bidang ekonomi, sosial dan budaya. Pola hidup lapisan atas diantaranya :
a. Cara berpakaian
Cara berpakaian berkaitan erat dengan privilage dalam bidang budaya. Masyarakat lapisan atas wajar jika menggunakan busana dari luar negeri atau perancang terkenal. Sebaliknya orang lapisan bawah akan memilih pakaian yang biasa saja.
b. Tempat tinggal
Orang dari kelas sosial atas, biasanya akan memilih rumah besar, mewah, bergaya arsitektur tinggi dan berada di kawasan elit. Sedangkan lapisan bawah akan memilih tempat tinggal yang biasa, sederhana dan tidak terlalu mewah.
c. Cara berbicara
Orang yang termasuk kelas sosial atas memiliki gaya bicara sopan, tertata rapi, dan tidak asal dalam memilih topik pembicaraan. Sebaliknya orang lapisan sosial bawah tidak terlalu memperhatikan faktor tersebut.
d. Pendidikan
Pendidikan di kalangan kelas sosial atas akan dipertimbangkan beberapa faktor, misal, sekolah yang terbaik, unggulan, mahal, bertaraf internasional atau sekolah ke luar negeri. Sedangkan masyarakat kelas bawah tidak terlalu memikirkan faktor tersebut, yang penting anak bisa sekolah sudah cukup.
e. Kegemaran dan rekreasi
Kegemaran bagi masyarakat kelas atas berbeda, dimana mereka memilih olahraga eksklusif misal golf, balap mobil, bowling, jetski, dan sebagainya. Mereka juga gemar mengoleksi lukisan, perhiasan, atau bentuk koleksi yang lain yang berbeda dengan kelas sosial di bawahnya.
Monday, August 18, 2014
Dinamika Masyarakat Tradisional
Masyarakat tradisional merupakan masyarakat yang sebagian besar/ keseluruhan aktivitasnya berkaitan erat dengan tradisi, baik yang berkaitan dengan religi maupun non religi. Masyarakat tradisional pada umumnya hidup di pedesaan, sehingga dapat diidentikkan dengan masyarakat pedesaan.
Klasifikasi Kelompok Sosial dalam Masyarakat
Perkembangan kehidupan masyarakat yang makin kompleks, mendorong berkembangnya kelompok sosial yang ada. Dari kelompok sosial yang terbentuk, dapat diklasifikasikan atas beberapa sudut pandang. George Simmel memandang dari aspek besar kecilnya jumlah anggota kelompok, cara individu mempengaruhi kelompok, dan interaksi sosial dalam kelompok.
Ukuran lain yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan kelompok sosial dapat berupa derajat interaksi sosial, kepentingan dan wilayah. Secara umum, tipe kelompok sosial dibedakan atas :
1. Kategori pengelompokan atas dasar ciri tertentu, misal kelompok usia.
2. Kategori berdasarkan ciri kesadaran bersama, misal Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia.
3. Kelompok sosial atas dasar suku, misal suku Bugis.
4. Kelompok tidak teratur, misal orang yang berada di bus, kereta api atau kapal laut.
5. Organisasi formal, yaitu kelompok yang dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu, misal instansi atau birokrasi.
Wednesday, August 13, 2014
Proses Terbentuknya Kelompok Sosial
Kelompok sosial terbentuk melalui proses yang cukup lama. Hal ini dapat dilihat kembali pada syarat dan ciri kelompok sosial pada sub materi sebelumnya. Adapun faktor yang mendasari pembentukan kelompok sosial meliputi :
1. Kepentingan yang samaOrang per orang atau kelompok akan membentuk kelompok yang tetap dengan dasar kepentingan yang sama (common interest). Adanya kepentingan yang sama akan mendorong terbentuknya kelompok kepentingan. Sebagai contoh, kelompok seniman, kelompok olahraga, kelompok ilmuwan, dan sebagainya.
2. Darah dan keturunan yang samaDalam sejarahnya, faktor keturunan yang sama mendasari tali persaudaraan dan persatuan yang paling kuat bagi manusia. Berdasarkan keturunan yang sama, individu-individu yang tinggal dalam wilayah yang merasa memiliki latar belakang suku bangsa atau nenek moyang yang sama akan membentuk kelompok sosial, misal kelompok keturunan Melayu, Jawa, Cina, India, Arab dan sebagainya. Sejalan dengan perkembangan jaman, faktor darah dan keturunan mengalami pergeseran, menjadi kurang kuat.
3. Daerah yang samaFaktor daerah yang sama dapat mendasari terbentuknya kelompok sosial. Hal ini akan nampak jelas jika di daerah perantauan. Aspek budaya, bahasa, pola pikir yang sama dapat membentuk kelompok sosial. Misal ikatan keluarga Wonogiri di Jakarta, ikatan keluarga Maluku di Jakarta, ikatan keluarga Papua di Jogjakarta, dan sebagainya.
4. Faktor geografisKedekatan secara geografis, memungkinkan anggota masyarakat sering berinteraksi. Aspek geografis yang sama mendorong manusia untuk membentuk kelompok sosial pula. Orang yang secara geografis tinggal di sekitar pantai akan membentuk kelompok nelayan. Contoh yang lain kelompok petani, kelompok peternak, kelompok peladang, dan sebagainya.
5. Ciri fisik yang sama
Ciri fisik atau badaniah yang sama dapat meliputi ras, bentuk tubuh, tinggi badan, warna kulit dan sebagainya. Kesamaan ciri badaniah dapat mendorong terbentuknya kelompok sosial. Misal kelompok PKK, Dharma Wanita Persatuan dan sebagainya.
Disarikan dari berbagai sumber.
Saturday, May 24, 2014
Penugasan Sosiologi Kur.13 X_IIS smt 2 Tahun 2013/ 2014
Pada saat ini, siswa telah mengikuti ulangan harian beberapa waktu yang lalu. Berdasarkan hasil ulangan dapat dikemukakan deskripsi sebagai berikut =
X IIS_1
ARDHINI FENY WIBAWANTI
DICKY ARIS SETIAWAN
EDY SUGIYANTO
FATYATUL ULFA
ISNAENI DIAN PRATIWI
KALISTA DEWI HAPSARI
RIZKI FAUZIYAH CHOLIL
TRIA INDAH PRATIWI
TRIASTUTI PUJI HAPSARI
WINY AYU SEPTYAS
WISANGGENI SURYO ANGGONO
X IIS_2
DINDA MALYNDA MURSITO PUTRI
FITRIANA AYU ANGGREENI
MUHAMMAD ANDRE IRAWAN
MUHAMMAD FAIZ
PUTRI PUSPA WIJAYA
VIRTU FEMMA VIRGINA
Berdasarkan analisis ulangan harian, maka peserta didik kelas X IIS_1 dan X IIS_2 yang tidak tercantum dalam daftar di atas, wajib mengerjakan penugasan berikut =
1. Tugas bersifat individual.
2. Materi gejala sosial dalam masyarakat
3. Tugas menganalisis salah satu dari sub materi yang ada di materi tersebut.
4. Hasil analisis dikumpulkan/ dikirim ke email pak eko = prasty72@yahoo.com
5. Tugas dikerjakan sejak informasi ini diumumkan hingga hari Ahad/ 1 Juni 2014 jam 23.59 wib.
Demikian informasi, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Penugasan Sosiologi Kelas XI_IPS smt 2 Tahun 2013/ 2014
Pada saat ini, peserta didik telah menyelesaikan ulangan harian beberapa waktu yang lalu. Sebagai gambaran/ deskripsi hasil ulangan adalah sebagai berikut =
UH I
XI IPS_1
ADI UTOMO
AFNAN FATAH NASHIRUDIIN A
AFWA ARANZA WINDU HANDIKA
AJI PRIYAMBODO
ALFIRA FEBBYTIA NUR BAITY
ALIFIA NADA CHALIDISNA
ALIFIA PRIMASARI NUR ASLAMI
ASFI ISYANA KUSUMA ASTUTI
ATINA KHASANAH ALI MARTA
BAHARUDIN ERWIN ARIYANTO
BARA MEGA YALENA
FADHILLAH NUR R.
FARID IZZATUR RAHMAN
GABRIELLA IRAWATI PUTRI
GALIH PRAKOSA MEGANTARA
GANESHI SULISTYA HAPSARI
HAYINAH IPMAWATI
HESI NURUS SA'ADAH
KENANG GUSWINAJAYA R.
KHUSNIAH ENGGARWATI
MUHAMAD AGUNG SARYANTO
NOOR SELVYANDRI INDRA R
TRI HARYATI
TSABITA GALUH IZZATI
YOSITA LISNA BELLA ASTUTI
XI IPS_2
AGUSTIN FATIKASARI
ANDO SURYO WICAKSONO
ANISA CAHYANINGRUM
ANISA MUTIARA SARI
ANISA TRIASTUTI
ANNISA NUR AINI
APRILIA WULANDARI
ASRI DAMAYANTI
CANDRA DEWI ANITAPA
DIAH AYU HAFSAHRI
ELSA SEIRAFINA ARDHANI
GALIH ADI PRANOWO
HADANA ULUFANURI
HANI NURLINA
IKA PERMATASARI
INDRA SULISTYANINGSIH
KARLINDA PERTIWI
MIRZA PUTRA PAMUNGKAS
NIA PUTRI SEKARSARI
NURFALAQ WAHYU APRIAWAN MJ.
RATRI DESI KURNIASARI
REMBRANTO GUSANI PUTRO
SISILIA MARY NURIKO TS.
SUKMA DWIJAYANTI
TOPAN ARIEF WIJAYANTO
WAHYU ADI NUGROHO
YENY ANGGRAENI
YUNIA ANDRIANA DEVI
YUNUS ABDUL AZIZ
UH II
XI IPS_1----------
XI IPS_2
ANDO SURYO WICAKSONO
APRILIA WULANDARI
ASRI DAMAYANTI
CANDRA DEWI ANITAPA
DIAH AYU HAFSAHRI
GALIH ADI PRANOWO
SUKMA DWIJAYANTI
YENY ANGGRAENI
Berdasarkan analisis kedua ulangan harian, maka peserta didik baik kelas XI IPS_1 maupun XI IPS_2 yang tidak tercantum dalam daftar di atas, saya memberikan penugasan sebagai berikut :
1. Tugas bersifat individual
2. Cakupan materi dinamika kelompok sosial masyarakat multikultural di Indonesia.
3. Tugas = menganalisis salah satu bagian (Sub tema) tentang dinamika kelompok sosial masyarakat multikultural di Indonesia.
4. Masa pengerjaan tugas selama satu minggu sejak tugas ini diumumkan hingga Ahad tgl. 1 Juni 2014 jam 23.59. wib.
5. Hasil analisis anda, dikirim ke email pak eko = prasty72@yahoo.com
Demikian pemberitahuan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Subscribe to:
Posts (Atom)











