Tuesday, November 21, 2017

Remidi_Kausalitas Peristiwa dan Ilmu Sejarah_X IPS

Setelah mengikuti ulangan materi terkait dengan kausalitas peristiwa dan ilmu sejarah, maka bagi siswa yang belum mencapai kkm (=75) wajib mengikuti remidi untuk materi terkait. Mengenai prosedur, ketentuan dan password ulangan sama dengan ulangan sebelumnya.

Link soal :



Demikian informasi, tetap persiapkan diri dengan baik dan junjung nilai kejujuran. Terima kasih.

Sunday, November 19, 2017

Periodisasi Pergerakan Nasional Indonesia

Selama kurun waktu (1908 - 1942), pergerakan kebangsaan Indonesia mengalami perkembangan yang tidak sama yang disebabkan oleh beberapa faktor. Adapun perkembangan tersebut dapat dibedakan atas :

1. Periode 1908-1920
Pada periode ini ditandai dengan kebangkitan pergerakan kebangsaan. Muncul tiga organisasi yang menonjol dengan sifat yang berbeda. Budi Utomo lebih bersifat organisasi budaya. Sarekat Islam bersifat sosial ekonomis dan religius, sedangkan Indische Partij bersifat politis. Meskipun demikian ketiganya dalam taraf berbeda berjiwa nasionalistis. Kebijakan pemerintah kolonial tidak begitu mengekang organisasi yang ada, kecuali terhadap Indische Partij yang terus terang bertujuan Indonesia merdeka. Periode ini juga ditandai lahirnya organisasi kedaerahan dan organisasi khusus (pemuda dan perempuan) serta organisasi keagamaan.

Strategi Perjuangan dalam Pergerakan Nasional Indonesia

Perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia sejak awal abad XX, memiliki perjuangan yang sedemikian berat. Setiap organisasi pergerakan memiliki strategi yang berbeda, meskipun tujuan utama adalah sama yaitu mencapai Indonesia Merdeka.

1) Strategi organisasi pergerakan bersifat radikal dengan taktik non kooperatif

Strategi ini dilakukan organisasi pergerakan dengan gerakan non kooperatif. Non kooperatif adalah sikap tidak bersedia bekerja sama dengan pemerintah kolonial. Hal ini berarti menolak ikut serta dalam berbagai dewan (raad) yang dibentuk kolonial, baik di pusat maupun daerah. Segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mencapai cita-cita Indonesia merdeka diusahakan sendiri. Kegiatannya meliputi:
a) menggembleng semangat kebangsaan dan persatuan di kalangan rakyat melalui rapat umum, surat kabar dan sekolah
b) menuntut pemerintah kolonial agar memberi kebebasan bergerak kepada partai-partai
c) mengecam pemerintah kolonial yang melakukan tindakan sewenang-wenang.

Kehidupan Kekotaan dan Pergerakan Nasional Indonesia

Masuk dan berkembangnya sistem ekonomi barat hingga pedesaan membawa pengaruh perluasan diferensiasi pekerjaan. Jumlah dan jenis pekerjaan di kota makin bertambah banyak. Kesempatan kerja terbuka tidak hanya sebagai petani, tetapi juga karyawan kantor dagang, perhubungan, industri, tukang dan sebagainya.

Secara umum kehidupan perkotaan pada jaman kolonial memiliki ciri khusus. Kota pada saat itu memiliki fungsi sebagai pusat pemerintahan. Dalam kota pemerintahan segala kebutuhan lebih tercukupi. Struktur masyarakatnya terdiri atas lapisan buruh sebagai tukang, pelayan toko, buruh perusahaan dan sebagainya. Dan lapisan pegawai (priyayi di Jawa) yang bekerja di belakang meja tulis. Pendidikan barat dan kemahiran berbahasa Belanda merupakan syarat mutlak untuk dapat menduduki lapisan sosial yang lebih tinggi. 

Kehidupan kekotaan merupakan kehidupan yang bebas, terbuka, individualistis, mudah menerima pembaruan, bersikap rasional. Kedatangan pengaruh Barat berpengaruh besar terhadap kehidupan kekotaan di Indonesia. Paham-paham baru masuk melalui pendidikan masa politik liberal dan dilanjutkan masa politik etis. 

Ideologi Masa Pergerakan Nasional Indonesia_ Sejarah Wajib

Selama masa pergerakan kebangsaan Indonesia sejak awal abad XX, telah membawa pengaruh besar bagi perjuangan dalam rangka mencapai kemerdekaan Indonesia. Perkembangan organisasi pergerakan, tidak dapat dipisahkan dengan paham yang berkembang saat itu.

1. Nasionalisme
Nasionalisme adalah suatu paham yang menyadarkan suatu bangsa akan harga dirinya sebagai suatu bangsa sehingga mendapatkan pengakuan umum secara wajar. Latar belakang munculnya nasionalisme karena unsur:
a. Keinginan dan tekad bersama untuk melepaskan diri dari belenggu kekuasaan absolut, agar mendapatkan hak-haknya secara wajar sebagai warga negara.
b. Intervensi atau penjajahan dari bangsa lain.
c. Ikatan rasa senasib dan seperjuangan.
d. Ikatan tempat tinggal dalam suatu wilayah yang sama.
e. Cita-cita dan tujuan yang sama.