Friday, April 25, 2014

Hajjah Rangkayo (HR) Rasuna Said




H.R. Rasuna Said dilahirkan pada tanggal 15 September 1910 di Desa Panyinggahan, Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat dan wafat pada tanggal 2 November 1965 di Jakarta.
Rasuna Said diangkat sebagai salah satu pahlawan nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden R.I. No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974.

Perjuangan untuk Kaum Wanita
Rasuna Said setelah menamatkan Sekolah Dasar melanjutkan belajar di pesantren Ar-Rasyidiyah sebagai satu-satunya santri perempuan . Rasuna Said kemudian melanjutkan pendidikan di Diniyah School Putri di Padang Panjang dan bertemu dengan Rahmah El-Yunusiah.

Rasuna Said sangatlah memperhatikan kemajuan dan pendidikan kaum wanita, beliau sempat mengajar di Diniyah School Putri sebagai guru. Namun pada tahun 1930 Rasuna Said berhenti mengajar karena memiliki pandangan bahwa kemajuan kaum wanita tidak hanya bisa didapat dengan mendirikan sekolah, tapi harus disertai perjuangan politik. Rasuna Said ingin memasukan pendidikan politik dalam kurikulum sekolah Diniyah School Putri tapi ditolak.

Rasuna Said mendalami agama pada Haji Rasul atau Dr. H. Abdul Karim Amrullah yang mengajarkan pentingnya pembaharuan pemikiran Islam dan kebebasan berfikir yang nantinya banyak mempengaruhi padangan Rasuna Said.
Kontroversi poligami pernah ramai dan menjadi polemik di ranah Minang tahun 1930-an. Ini berakibat pada meningkatnya angka kawin cerai. Rasuna Said menganggap, kelakuan ini bagian dari pelecehan terhadap kaum wanita.

Perjuangan Politik Rasuna Said
Awal perjuangan politik Rasuna Said dimulai dengan beraktifitas di Sarekat Rakyat sebagai Sekretaris cabang. Rasuna Said kemudian juga bergabung dengan Soematra Thawalib dan mendirikan Persatoean Moeslimin Indonesia (PERMI) di Bukit Tinggi pada tahun 1930. Rasuna Said juga ikut mengajar di sekolah-sekolah yang didirikan PERMI dan kemudian mendirikan Sekolah Thawalib di Padang, dan memimpin Kursus Putri dan Normal Kursus di Bukit Tinggi

Rasuna Said sangat mahir dalam berpidato mengecam pemerintahan Belanda. Rasuna Said juga tercatat sebagai wanita pertama yang terkena hukum Speek Delict yaitu hukum kolonial Belanda yang menyatakan bahwa siapapun dapat dihukum karena berbicara menentang Belanda. Rasuna Said sempat di tangkap bersama teman seperjuangannya Rasimah Ismail, dan dipenjara pada tahun 1932 di Semarang.

Setelah keluar dari penjara, Rasuna Said meneruskan pendidikannya di Islamic College pimpinan K.H. Mochtar Jahja dan Dr. Kusuma Atmaja dan pada tahun 1935 Rasuna menjadi pemimpin redaksi majalah Raya.

Karena ruang gerak yang dibatasi Belanda Rasuna Said pindah ke Medan dan mendirikan sekolah pendidikan khusus wanita Perguruan Putri dan juga menerbitkan majalah Menara Putri, yang khusus membahas seputar pentingnya peran wanita, kesetaraan antara pria wanita dan keislaman.
Pada masa pendudukan Jepang, Rasuna Said ikut serta sebagai pendiri organisasi pemuda Nippon Raya di Padang yang kemudian dibubarkan oleh Pemerintah Jepang.

Rasuna Said setelah Kemerdekaan
Setelah kemerdekaan Indonesia, H.R. Rasuna Said aktif di Badan Penerangan Pemuda Indonesia dan Komite Nasional Indonesia. Rasuna Said duduk dalam Dewan Perwakilan Sumatera mewakili daerah Sumatera Barat setelah Proklamasi Kemerdekaan, diangkat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS), kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 sampai akhir hayatnya.

Demikian, sekedar info profil tokoh perempuan Indonesia. Insya allah dalam kesempatan lain, akan saya uraikan tokoh perempuan yang lain. Ingat jargon sejarah " Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah ".

Sambutan Mendikbud dan Edaran Upacara Hardiknas 2014



Menjelang akhir bulan April, seluruh peserta didik kelas XII telah menyelesaikan ujian nasional, baik utama maupun susulan.
Bulan berikutnya, akan diperuntukkan peserta didik kelas IX jenjang SMP/ MTs dan sejenis.

Dalam bulan Mei, di lingkungan pendidikan di Indonesia menjumpai momen yang sangat bersejarah, terkait dengan perjalanan panjang pendidikan Indonesia. Hari Pendidikan Nasional 2014 akan diperingati di seluruh negeri dengan penuh khidmat, sederhana, tanpa mengurangi semangat untuk lebih mengembangkan pendidikan Indonesia.
Bagi anda yang berminat, silakan unduh dibawah ini.

Sambutan Mendikbud RI tentang Hardiknas 2014
Edaran Upacara Hardiknas 2014

Demikian, semoga bermanfaat bagi anda.

Wednesday, April 23, 2014

Ayo Ikut SBMPTN 2014


Pada saat ini, siswa dari jenjang SMA/ MA/ SMK telah selesai mengikuti UN 2014, mereka mulai disibukkan dengan persiapan untuk menembus jenjang pendidikan tinggi. Dalam kesempatan ini, saya mencoba mengulas bagaimana tahapan untuk mengikuti sbmptn 2014.

SBMPTN 2014 merupakan salah satu program pilihan bagi siswa SMA/ MA/ SMK untuk memasuki pendidikan tinggi (baca PTN). Dalam program ini dititikberatkan pada proses seleksi secara tertulis.

Ujian tertulis menggunakan soal ujian yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan validitas, reliabiltas, tingkat kesulitan, dan daya pembeda yang memadai. Soal ujian tertulis SBMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan dasar yang dapat memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi, yakni kemampuan penalaran tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi potensi akademik, penguasaan bidang studi dasar, bidang sains dan teknologi (saintek) dan/atau bidang sosial dan humaniora (soshum). Selain mengikuti ujian tertulis, peserta yang memilih program studi Ilmu Seni dan/atau Keolahragaan diwajibkan mengikuti ujian keterampilan.

Dalam pelaksanaan sbmptn pada tahun ini, perlu dipahami beberapa hal oleh peserta didik kelas XII atau lulusan tahun sebelumnya.

Pendaftaran
Pendaftaran dilakukan secara online dan tata cara pendaftaran secara lengkap dapat dilihat pada laman http://pendaftaran.sbmptn.or.id.

Tatacara pengisian borang pendaftaran ujian tertulis dan keterampilan dapat diunduh (download) dari laman http://download.sbmptn.or.id mulai tanggal 6 Mei 2014.

Pendaftaran online dibuka dari tanggal 12 Mei 2014 pukul 08.00 WIB sampai dengan 6 Juni 2014 pukul 22.00 WIB.

Pendaftaran online dapat juga dilakukan melalui Plasa Telkom dan PT Pos di seluruh Indonesia.

Seleksi sbmptn tahun 2014 dilakukan dengan ujian tulis dan ujian keterampilan.

1. Ujian Tertulis
Materi Ujian Tertulis terdiri dari:
a. Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA).
b. Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek) terdiri atas mata uji Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.
c. Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) terdiri atas mata uji Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.

2. Ujian Keterampilan
a. Ujian keterampilan diperuntukkan bagi peminat Program Studi bidang Ilmu Seni dan Keolahragaan.

b. Ujian Keterampilan Bidang Ilmu Seni terdiri atas tes pengetahuan dan keterampilan bidang ilmu seni.

c. Ujian Keterampilan Bidang Ilmu Keolahragaan terdiri atas tes kesehatan dan kesegaran jasmani.

d. Ujian Keterampilan dapat diikuti di PTN terdekat yang memiliki program studi yang sesuai dengan pilihan peserta. Daftar PTN penyelenggara ujian keterampilan secara lengkap dapat dilihat di laman http://www.sbmptn.or.id.

Kelompok Ujian
Kelompok ujian SBMPTN terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:
1. Kelompok Ujian Saintek dengan materi ujian TKPA dan TKD Saintek
2. Kelompok Ujian Soshum dengan materi ujian TKPA dan TKD Soshum
3. Kelompok Ujian Campuran dengan materi ujian TKPA, TKD Saintek, dan TKD Soshum.

Setiap peserta dapat mengikuti kelompok ujian Saintek, Soshum, atau Campuran.

Kelompok Program Studi dan Jumlah Pilihan
1. Program Studi yang ada di PTN dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Saintek dan kelompok Soshum.

2. Peserta dapat memilih program studi sesuai dengan kelompok ujian yang diikuti, yaitu :
a. Kelompok ujian Saintek dapat memilih sebanyak-banyaknya 3 (tiga) program studi dari kelompok program studi Saintek,
b. Kelompok ujian Soshum dapat memilih sebanyak-banyaknya 3 (tiga) program studi dari kelompok program studi Soshum, dan
c. Kelompok ujian Campuran dapat memilih sebanyak-banyaknya 3 (tiga) program studi yang merupakan campuran dari kelompok Saintek dan kelompok Soshum.

3. Urutan dalam pemilihan program studi menyatakan prioritas pilihan.

4. Peserta ujian yang hanya memilih 1 (satu) program studi dapat memilih program studi di PTN manapun.

5. Peserta ujian yang memilih 2 (dua) program studi atau lebih, salah satu pilihan program studi tersebut harus di PTN yang berada dalam satu wilayah dengan tempat peserta mengikuti ujian. Pilihan program studi yang lain dapat di PTN di luar wilayah tempat peserta mengikuti ujian.

6. Daftar wilayah pendaftaran, program studi, daya tampung per PTN tahun 2014, dan jumlah peminat program studi per PTN tahun 2013 dapat dilihat di laman http://www.sbmptn.or.id mulai tanggal 14 Maret 2014.

Biaya Seleksi Ujian Tulis dan Keterampilan
1. Biaya seleksi ditanggung bersama oleh Pemerintah dan Peserta.
2. Biaya seleksi yang ditanggung oleh peserta sebesar Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah) termasuk biaya ujian keterampilan.
3. Biaya seleksi dibayarkan ke Bank Mandiri. Jika dalam suatu daerah tidak ada kantor pelayanan Bank Mandiri, maka biaya seleksi dapat dibayarkan melalui Kantor Pos setempat atau ATM Bersama.
4. Biaya seleksi yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun.
   
Jadwal Ujian Tertulis
Selasa / 17 Juni 2014 :
Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA)
Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek)
Tes Kemampuan Dasar Soshum (TKD Soshum)

Jadwal Ujian Keterampilan
Ujian Keterampilan dilaksanakan pada hari Rabu dan/atau Kamis, tanggal 18 dan/atau 19 Juni 2014

Pengumuman Hasil Ujian
Hasil ujian akan diumumkan pada hari Rabu, 16 Juli 2014 mulai pukul 17.00 WIB dan dapat diakses di laman http://www.sbmptn.or.id.

Peserta Pelamar Program Bidikmisi 2014
1. Calon peserta penerima Bidikmisi terlebih dahulu harus mempelajari prosedur pendaftaran program Bidikmisi melalui laman http://bidikmisi.dikti.go.id.

2. Calon peserta penerima Bidikmisi terlebih dahulu harus mendaftar ke laman http://bidikmisi.dikti.go.id.

3. Calon peserta penerima Bidikmisi yang dinyatakan memenuhi persyaratan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memperoleh Kode Akses Pendaftaran (KAP) dan Personal Indentification Number (PIN) untuk mendaftar SBMPTN melalui laman http://pendaftaran.sbmptn.or.id, tanpa harus membayar biaya ujian.

4. Calon peserta penerima Bidikmisi yang dinyatakan tidak diterima melalui SNMPTN, dapat menggunakan KAP dan PIN yang dimiliki untuk mendaftar SBMPTN tanpa harus membayar biaya seleksi.

5. Calon peserta penerima Bidikmisi yang telah dinyatakan lulus melalui SNMPTN dan berkeinginan untuk mendaftar SBMPTN, maka PIN yang telah diperoleh dinyatakan tidak berlaku dan yang bersangkutan harus membayar biaya seleksi dengan menggunakan KAP yang telah diperoleh sebelumnya.

Syarifah Nawawi, Tokoh Emansipasi Perempuan Indonesia



Dalam bulan April, seluruh warga negara Indonesia teringat akan emansipasi perempuan. Tokoh yang telah banyak dikenal adalah RA. Kartini. Berbagai kegiatan seremonial untuk memperingati hari Kartini, diadakan di berbagai kantor dan even. Namun demikian, masih banyak di luar sana, tokoh perempuan Indonesia yang memiliki andil yang tidak sedikit. Meskipun demikian, informasi perjalanan hidup mereka jarang diketahui kita, utamanya generasi muda Indonesia. Oleh karena itu, saya mencoba menshare tulisan perjalan hidup tokoh perempuan.

Syarifah Nawawi (lahir di Bukittinggi, 1896 - meninggal di Jakarta, 17 April 1988 pada umur 91 tahun) adalah seorang tokoh pendidikan dan pejuang Indonesia. Syarifah adalah anak dari pasangan Nawawi Soetan Makmoer, seorang guru terkenal di Sekolah Raja (Kweekschool) Bukittinggi dengan seorang wanita yang bernama Chatimah. Syarifah adalah anak keempat dan putri ketiga dari 9 bersaudara.

Sewaktu berlibur ke Cianjur, oleh temannya, Syarifah diperkenalkan kepada seorang bangsawan Sunda, Wiranatakoesoema, yang dikemudian hari jadi suaminya. Mereka menikah pada bulan Mei 1916. Namun rumah tangga mereka tidak berlangsung lama, pada tanggal 17 April 1924, Wiranatakoesoema menceraikan Syarifah melalui telegram ketika Syarifah dan anak-anaknya sedang berlibur di Bukittinggi. Atas keputusan Wiranatakoesoema itu, iapun mendapat banyak kecaman di koran Belanda maupun koran pribumi, termasuk kecaman dari H. Agus Salim.

Dalam masa pernikahan yang pendek itu mereka dikaruniai 3 orang anak yaitu Am, Nelly dan Minarsih. Minarsih, anak bungsu Syarifah dikemudian hari dikenal sebagai Mien Soedarpo menikah dengan Soedarpo Sastrosatomo, seorang pejuang kemerdekaan dan menjadi pengusaha besar setelah Indonesia merdeka. Soedarpo mendirikan perusahaan pelayaran yang kemudian hari menjadi besar dengan nama Samudera Lines. Sepanjang tahun 1924-1937 Syarifah dan anak-anaknya tinggal di Bukittinggi. Ia memimpin sekolah De Meisjes Vervolg School (Sekolah Lanjutan untuk Anak Perempuan) sebagai kepala sekolah di kota itu.
Setelah kedua orangtuanya meninggal, pada tahun 1937 Syarifah kembali ke Batavia. Ia menyekolahkan anak-anaknya di Koning Willem III School Batavia. Aktivitasnyapun berlanjut dengan memimpin Sekolah Kemajuan Istri di Meester Cornelis.
Ia mengundurkan diri dari sekolah tersebut sewaktu Jepang masuk dan menguasai Indonesia. Namun ia tetap berjuang memajukan pendidikan wanita dan anak-anak dan masuk ke Fujinkai, suatu organisasi wanita binaan Jepang.

Pada tanggal 11 Juli 1955 ia bersama teman-temannya mendirikan Yayasan Panti Wanita Trisula PERWARI. PERWARI adalah sebuah organisasi wanita pejuang Indonesia yang didirikan pada tahun 1945. Syarifah tak pernah berhenti mengabdi pada masyarakat melalui pendidikan dan memberikan pengajaran kepada anak-anak perempuan serta wanita muda yang tidak mampu, bahkan ia merelakan rumahnya dijadikan tempat sekolah.

Pengabdian Syarifah Nawawi untuk pendidikan dan pencerdasan wanita di Indonesia tentu akan selalu dikenang oleh bangsanya. Ia menerima piagam penghargaan atas sumbangsihnya yang tulus dan tak kenal lelah demi terangkatnya anak-anak perempuan miskin ke derajat yang lebih tinggi. Sampai sekarang potret wajahnya masih tergantung di gedung Panti Trisula Perwari sebagai pengakuan atas pengabdian dan sumbangsihnya yang tulus itu.
Syarifah Nawawi, pejuang pendidikan itu telah meninggal di Jakarta pada tanggal 17 April 1988 dalam usia 91 tahun.

Friday, February 28, 2014

Pendaftaran Mahasiswa Baru melalui Jalur PMDK bagi Politeknik Negeri se-Indonesia (PMDK-PN) 2014-2015



Sekedar share informasi tentang penerimaan mahasiswa baru dari lingkungan Politeknik Negeri di seluruh Indonesia.

Penelusuran Minat dan Kemampuan bagi Politeknik Negeri se-Indonesia (PMDK-PN) merupakan sistem penerimaan mahasiswa baru jalur PMDK dari 38 Politeknik Negeri se-Indonesia yang pendaftarannya dilakukan secara online.

Untuk informasi dan pendaftaran jalur PMDK-PN tahun akademik 2014-2015, dapat mengakses laman www.pmdk.politeknik.or.id.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih.

Sumber :
http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/node/2208